Cara Melaporkan Pencuri Konten ke DMCA Google

Sebagian besar dari Anda mungkin sudah tau apa itu copas. Istilah copas yang merupakan akronim dari copy-paste merujuk ke kegiatan menyalin isi dari sebuah konten atau file kemudian memindahkan ke tempat lain. Tentu saja hal ini tidak salah jika saja yang dipindahkan bukan merupakan kepunyaan orang lain yang memiliki hak cipta. Tindakan ini disebut sebagai pencurian konten.

Drama pencurian konten memang tidak ada habisnya, bahkan di tahun sekarang dimana banyak orang untuk menghasilkan konten orisinal. Banyak faktor kenapa seseorang melakukan ini, tetapi faktor terbesar yang melandasi sesorang melakukan pencurian konten adalah ‘ketidak tahuan’. Ya, kebanyakan yang melakukan pencurian konten ini adalah seorang pemula yang baru mulai ngeblog. Namun, ada juga orang memang berniat jahat ingin melakukan klon terhadap blog atau website milik Anda. Atau mungkin sebuah platform media besar yang merasa bakal menang jika ada yang klaim copyright dari blog atau website kecil atau perseorangan.

Terlepas apapun alasanya, Anda sebagai pemilik blog atau website tentu saja akan merasa sangat kesal jika artikel atau konten lainya disalin oleh website atau blog lain tanpa menyertakan sumber. Apalagi jika konten yang dicuri merupakan konten andalan Anda yang sudah Anda optimasi dan ditargetkan untuk berada di halaman pertama mesin pencari. Lebih mengesalkan lagi jika bukan satu dua buah artikel atau konten yang dicuri, melainkan lebih dari lima bahkan seluruh artikel punya Anda dicuri.

Anda memang boleh kesal, tapi apakah Anda sudah memikirkan langkah lanjutanya? Tenang saja, Anda tidak perlu khawatir. Jika berkaitan dengan pencurian konten, Anda bisa melaporkanya ke DMCA. Jika laporan Anda berhasil diproses, nantinya website atau blog tersebut akan di-notice dari DMCA yang menyebabkan halaman atau artikel yang dilaporkan akan di-take down. Konten yang di-notice baru bisa diaktifkan kembali jika pemilik blog atau website yang dituduh melakukan pencurian konten melakukan counter-notice atau banding serta memberikan bukti bahwa mereka tidak melakukan pencurian konten.

Hal yang Perlu Anda Perhatikan Sebelum Melapor ke DMCA

Sebelum melakukan pelaporan konten, ada baiknya Anda memperhatikan hal berikut ini karena dampak dari DMCA ini tidak main-main. Sebuah website atau blog yang terkena notice DMCA akan mempengaruhi index dari mesin pencari.

  1. Pastikan Lebih dulu Apakah Benar-Benar Pencurian Konten atau Tidak

Sebuah artikel bisa dikatan copas, jika artikel tersebut identik 100% dengan artikel asli tanpa menyertakan sumber. Jika artikel tersebut hanya menyalin beberapa patah kata sampai satu atau dua paragraf itupun tidak persis sama mungkin saja si pemilik blog hanya menjadikan artikel Anda sebagai referensi.

Jika artikel tersebut 100% identik namun mencantumkan sumber, ini kembali lagi ke diri Anda. Jika Anda merasa artikel tersebut menyaingi Anda di pencarian mesin pencari atau menurut Anda ‘kalaupun menyantumkan sumber setidaknya harus minta izin dulu’, Anda bisa menegurnya terlebih dahulu, jika tidak ada tanggapan, Anda bisa melaporkanya. Jika artikel tersebut 100% identik dan dikomersilkan tanpa izin Anda walaupun sudah mencantumkan sumber, Anda bisa langsung melaporkan ke DMCA.

Pencurian konten tidak hanya berbentuk teks saja, tapi juga bisa berbentuk media seperti gambar, video, musik, template, dan banyak lagi. Anda mungkin menggunakan media dari situs penyedia media dengan lisensi bebas, lalu menemukan website atau blog lain dengan media serupa. Anda tidak bisa melaporkanya ke DMCA karena media dengan lisensi bebas digunakan tanpa atribusi bisa dipakai oleh siapa saja. Kecuali kalau media yang diambil memang punya Anda sendiri dan si pencuri konten tidak mencantumkan sumber.

  1. Jadikan Pelaporan DMCA Sebagai Pilihan Terakhir

Seperti yang dibahas di uraian sebelumnya, bisa saja yang melakukan pencurian konten merupakan seorang pemula yang tidak tahu apa-apa perihal hak cipta. Anda bisa menghubungi si pencuri konten terlebih dahulu, menegurnya, dan memita untuk menghapus konten yang menurut Anda serupa dengan punya Anda. Jika tidak ada tanggapan dalam waktu tertentu, misalkan seminggu walau si pencuri konten masih melakukan update pada blog atau website-nya, baru Anda bisa ambil tindakan.

Cara Melaporkan ke DMCA Google

  1. Pertama-tama kunjungi google dmca notice.
  2. Anda akan disuguhkan formulir untuk Anda isi. Pada bagian informasi kontak akan ada form untuk mengisi informasi Anda diantara “Nama Depan, Nama Belakang, Nama Perusahaan (Boleh diisi dengan nama blog atau website), Karya Hak Cipta yang Anda Wakili (pilih diri sendiri), Negara/Kawasan,” isikan dengan informasi yang sebenar-benarnya.
  3. Pada bagian “Karya Berhak Cipta Anda”, silahkan isi dengan uraian pencurian konten misalnya “Gambar saya dengan caption bangunan kantilever sudah digunakan tanpa izin,” isikan sumber asal karya yang sah dengan tautan asli artikel Anda, dan lokasi materi yang dilanggar dengan tautan si pencuri konten.
  4. Pada bagian “Pernyataan Tersumpah”, isi tanggal pada hari Anda melapor dan nama lengkap Anda. Jika sudah, jangan lupa untuk menyelesaikan chapcha dan klik kirim.

 

Sekian artikel bagaimana cara melapor pencuri konten ke DMCA Google, semoga bermanfaat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*